"Segalanya seperti mimpiKujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak 'kan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri"
.......................
Dan hari ini, ijinkan aku untuk bermain dengan kenanganku tentangnya. sedikit kenangan yang masih membuat ku tersenyum hingga hari ini. sedikit kenangan yang masih membuat hati ini terasa hangat ketika mengingatnya.
Oke, katakan saja, pada saat itu karena aku sedang jatuh cinta. Maka, segala hal selalu membuatku tersentuh. Misal ketika diberikan cerita yang nyaris jayus-pun, aku bisa tertawa terpingkal-pingkal, atau mungkin ini, pada saat dirinya merajuk meminta maaf karena membuatku terlalu lama menunggu, juga bisa membuatku geli. ada-ada saja caranya membuatku selalu menyunggingkan senyuman.
Namun kini, ketika ia telah pergi, kenapa selalu saja ada rasa hangat yang tertinggal di sini? yang sama sekali aku belum mampu mengusirnya.
Kata orang-orang, itu adalah cinta yang dalam. Lalu benarkah itu?
Ahh..aku hanya tidak ingin berspekulasi apa-apa. karena ketika aku jatuh cinta dengannya pun, tanpa ada rencana sama sekali. Tiba-tiba. Tidak memerlukan waktu. Bahkan aku tidak mengenalnya sedikitpun. Jadi, apakah cinta ini cinta yang dalam atau tidak? aku tidak akan memperdebatkannya. Biarkanlah saja aku tetap bercumbu dengan kenangan-kenangan itu. Karena itu jauh lebih menyentuhku.
Oke, katakan saja, pada saat itu karena aku sedang jatuh cinta. Maka, segala hal selalu membuatku tersentuh. Misal ketika diberikan cerita yang nyaris jayus-pun, aku bisa tertawa terpingkal-pingkal, atau mungkin ini, pada saat dirinya merajuk meminta maaf karena membuatku terlalu lama menunggu, juga bisa membuatku geli. ada-ada saja caranya membuatku selalu menyunggingkan senyuman.
Namun kini, ketika ia telah pergi, kenapa selalu saja ada rasa hangat yang tertinggal di sini? yang sama sekali aku belum mampu mengusirnya.
Kata orang-orang, itu adalah cinta yang dalam. Lalu benarkah itu?
Ahh..aku hanya tidak ingin berspekulasi apa-apa. karena ketika aku jatuh cinta dengannya pun, tanpa ada rencana sama sekali. Tiba-tiba. Tidak memerlukan waktu. Bahkan aku tidak mengenalnya sedikitpun. Jadi, apakah cinta ini cinta yang dalam atau tidak? aku tidak akan memperdebatkannya. Biarkanlah saja aku tetap bercumbu dengan kenangan-kenangan itu. Karena itu jauh lebih menyentuhku.
.......................
Lalu, mengapa hujan?
.......................
Dia selalu berkata bahwa hujan adalah salah satu romantisme di bumi.
Ya ya ya, kamu memang tidak salah sayang... Entah kenapa kita selalu punya cerita indah ketika bumi basah oleh hujannya.
Dulu, kita masih sibuk dengan adegan meminggir ke tepian jalan ketika hujan mulai deras. Lalu, dengan sigap kamu membuka jok motor dan memberikanku sebuah jas hujan. Sambil sibuk menata jas hujan di tubuhku, aku melihatmu mulai menggulung celana panjangmu, entah kenapa kamu begitu tidak suka kotor. walaupun sebenarnya tidak ada artinya sih kamu menggulung celana atau tidak ketika hujan sudah luar biasa deras.
"Kamu bagaimana? keujanan banget gak? atau kita menunggu dulu sampai hujannya benar2 reda? udah bener kan kamu make jas hujannya? apa cukup untukmu berlindung di balik punggungku?"
Ya ya ya, pertanyaan-pertanyaan itu yang terlalu sering kamu tanyakan padaku, ketika hujan sudah mulai turun. Tenang, sayang.. toh aku tidak akan selalu sakit ketika harus berhujan-hujanan ria.
Dan aku seperti biasa akan berkata "Aku suka hujan".
Senyum. Ya! kamu lalu tersenyum. dan kemudian dengan sigap kembali mengendarai motor menyusuri jalan-jalan kota itu.
Lalu, esoknya ternyata aku harus sedikit demam karena gejala flu menyerang. Hahahaha. Entah kenapa untuk beberapa hal kamu selalu benar, sayang... :)
Ya ya ya, kamu memang tidak salah sayang... Entah kenapa kita selalu punya cerita indah ketika bumi basah oleh hujannya.
Dulu, kita masih sibuk dengan adegan meminggir ke tepian jalan ketika hujan mulai deras. Lalu, dengan sigap kamu membuka jok motor dan memberikanku sebuah jas hujan. Sambil sibuk menata jas hujan di tubuhku, aku melihatmu mulai menggulung celana panjangmu, entah kenapa kamu begitu tidak suka kotor. walaupun sebenarnya tidak ada artinya sih kamu menggulung celana atau tidak ketika hujan sudah luar biasa deras.
"Kamu bagaimana? keujanan banget gak? atau kita menunggu dulu sampai hujannya benar2 reda? udah bener kan kamu make jas hujannya? apa cukup untukmu berlindung di balik punggungku?"
Ya ya ya, pertanyaan-pertanyaan itu yang terlalu sering kamu tanyakan padaku, ketika hujan sudah mulai turun. Tenang, sayang.. toh aku tidak akan selalu sakit ketika harus berhujan-hujanan ria.
Dan aku seperti biasa akan berkata "Aku suka hujan".
Senyum. Ya! kamu lalu tersenyum. dan kemudian dengan sigap kembali mengendarai motor menyusuri jalan-jalan kota itu.
Lalu, esoknya ternyata aku harus sedikit demam karena gejala flu menyerang. Hahahaha. Entah kenapa untuk beberapa hal kamu selalu benar, sayang... :)
.......................
[hampir tak mungkin rasanya akan ada hujan lainnya bersama dirinya]












