Tuesday, April 20, 2010

Arti Sebuah Nama.


What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
-William Shakespeare-

Entahlah jika ada yang peduli atau tidak.
Atau kemudian ada yang menaruh cap besar di dahi saya sebagai "orang kurang kerjaan"


Satu yang pasti,

Ada kekuatan magis tersendiri dalam 2 Kata ini.

Dewi Srikandi.


Kekuatan plasebo.

Sugestivitas.
Dan unsur-unsur semacamnya,

Yang kali ini, saya bebaskan untuk memasuki diri saya, begitu jauh.
Begitu dalam.


Saya biarkan 2 Kata itu menggaung terus menerus.
Saya biarkan pula segala teritori sejarahnya membius.

Bahkan saya enggan memperdebatkan jenis kelaminnya yang misterius.


Lalu kemana perginya sebutan Queeniie Angela?


Saya hendak menyimpannya dalam sebuah wadah.
Tak lain dan tak bukan bernama kenangan.

Bukannya bosan.

Hanya saja, ceritanya sudah lewat jaman.

Sebuah nama yang diputuskan lahir dari kisah "Tom&Angela"
Kisah dari dua manusia yang terpenjara cinta.

Yang sempat berteman tawa.

Dan berargumen luka.

Nampaknya, sudah saatnya kini untuk ditamatkan riwayatnya.


Entah kenapa, saya terlanjur akrab dengan sebutan "Dewi Srikandi"

Yang sukses menyihir nadi.

Atau semangat tiap pagi.

Tapi.....


Ahh.. sudahlah.

Toh, ini bukan berita maha penting nan mewah.

Terimakasih, Queeniie.

Kali ini, saatnya Dewi Srikandi berada di sini.




read more “Arti Sebuah Nama.”

Tuesday, April 13, 2010

13.


Tanggal itu terulang lagi.
Menggenapi keduapuluh empat tahun kisah hidup saya.

Waktu yang masih cukup singkat untuk menelan semua pelajaran hidup.
Masih singkat untuk mengupayakan realitas bagi seluruh impian.
Bahkan masih terlalu singkat untuk sesumbar menjadi putri kebanggaan Ayah.

Tanggal itu terulang lagi.
Menggenapi keduapuluh empat tahun kisah hidup saya.
Ada yang sama.
Ada pula yang berbeda.

Yang sama, tentunya karuniaNYA yang tidak putus.
Do'a orang-orang terkasih yang masih mengalir hingga sekarang.
Teman-teman yang hangat masih setia menemani.
Dan pekerjaan yang membabi-buta masih suka menghantui tiap harinya.

Yang berbeda?
Katakan saja tentang jatah umur.

Entah sampai kapan saya masih bisa mengucap syukur untuk keeksistensian di dunia ini.
Entah sampai kapan saya masih bisa berkarya lebih.
Atau berusaha menjadi lebih baik lagi.

Lalu, apakah kesendirian di tahun ini juga menjadi suatu yang berbeda?
Sayang sekali, saya tidak mengkategorikannya.

Cinta, pasangan dan segudang hal romantisme lainnya nampak tidak terlalu mengusik.
Entahlah, pangeran berkuda seperti apa yang saya nanti-nantikan, yang sanggup membunyikan genderang cinta atau degupan jantung yang berbeda.

Ahh.. Sudahlah..
Biarkan saja Tuhan menyimpan rapat-rapat, toh saya tidak berkeinginan untuk mengintipnya.
atau mungkin sekedar mempertanyakannya.

Tanggal itu terulang lagi.
Menggenapi keduapuluh empat tahun hidup saya.
Menggenapi pula do'a-do'a yang saya panjatkan.
Agar bisa sepenuhnya bertanggung jawab pada hembusan nafas yang dititipkanNYA.
Bertanggung jawab pula atas mata, mulut, tangan, hati dan segenap rangkaian indra lainnya.

semoga kelak, umur yang ada dapat benar-benar bermanfaat.
bagi diri sendiri dan juga sebanyak-banyaknya umat.


Selamat hari lahir, wahai wanita berusia duapuluh empat tahun.
Semoga impian-impianmu tidak menahun.
Tidak juga sebatas nina bobo yang mengalun.


read more “13.”

Saturday, April 10, 2010

Shocking Thailand [2]


[08.05 AM, April 3, 2010]
Hari kedua di Phuket. The Minotel Hotel. Patong Beach.

Pagi itu, saya dan keenam teman lainnya, sedang sibuk-sibuknya mengatur setting internet connection pada kartu Thai GSM. kenapa ini menjadi ritual yang maha penting? karena sesungguhnya kami bertujuh adalah penggila ke-eksis-an yang tinggi. sekaligus sudah hampir kehabisan pulsa, karena tarif roaming yang super mahal.

saking asyik-masyuk dengan kartu GSM itu, tidak sadar waktu sudah melampaui pukul 7.45 AM. waktu yang dijanjikan oleh JC Tour untuk menjemput kami menyusuri James Bond Islands. dan seperti yang diduga, tidak lama kemudian JC Tour datang beserta 4 bule lain di dalamnya.

kesal menunggu beberapa menit, ada 1 bule yang menyeletuk "Asian's style". dem! rasis yee bawa-bawa negara? tapi toh emang kita yang salah sih karena belum siap. akhirnya terpaksa senyum manyun gitu dah!

tapi sumpah! adegan cibiran itu tidak lantas menurunkan semangat senang-senang. kami tetap saja ngobrol ngalur ngidul. ketawa ketiwi. dan merekam beberapa celotehan bak pembawa acara "Jejak Petualangan".

Sebelum menyusuri James Bond Islands, mobil Tour membawa kami ke Leam Sai (semacam pelabuhan di Selatan Kota Phuket). di sana sudah tersedia kapal-kapal pribadi pemilik Tour, dimana 1 kapal bisa menampung sekitar 30 orang. dan bergabunglah kami bersama turis-turis lainnya.


lalu ini salah satu pemandangan yang menemani perjalanan kami


Setelah berlayar selama 45 menit, tiba juga di pulau pertama yaitu Kho Panak.

di tempat ini kami melakukan canoeing, menyusuri semacam gua dengan langit batu-batuannya hanya berjarak sekitar 50 cm dari permukaan canoe. tak heran jika sewaktu canoeing, posisi badan harus sambil rebahan. sempat sesekali merasa parno sendiri, khawatir kalau-kalau batu-batuan gua itu tiba-tiba ambruk. tapi alhamdulillah, kekhawatiran itu tidak terbukti.


oya, satu canoe maksimal ditumpangi oleh 4 orang (termasuk guide).



diujung cave yang kami lalui, ada hutan bakau "mini" yang cukup asyik dijadikan untuk foto-foto, sedang di sekelilingnya terdapat karang-karang yang tinggi.


setelah puas canoeing selama 30 menit, selanjutnya kami pindah tempat. menuju James Bond Island 2. tempat James Bond syuting, tapi bukan yang utama. begitu sih kata Guide kami. nama pulaunya apa? saya lupa. :)

dan ini merupakan view dari James Bond Island 2.


di pulau James Bond 2 ini, kami masih melakukan aktivitas canoeing. menyusuri rangkaian ruang-ruang laut yang dibentuk oleh tebing bebatuan yang tinggi.


trip selanjutnya, ini yang paling ditunggu-tunggu: James Bond Island!!

"penampakan"nya sama persis seperti yang terlihat di web! mantap abisss! :)


di James Bond Island ini terdapat kios-kios kecil yang menjual souvenir. tapi sepertinya, tidak ada dari kami bertujuh yang berniat belanja. waktu di sana hanya habis untuk foto-foto berbagai pose :)

sekembalinya dari sana, kami langsung dijamu makan siang oleh pemilik kapal. makanan yang disajikan berupa aneka macam seafood. dengan minumnya berupa Soda dan Air mineral. semua menu makan siang beserta minumannya adalah Gratis! karena termasuk layanan Tour.

akhir trip James Bond Island, dihabiskan dengan berenang di Lawa Island.

sebenarnya bisa berenang sih. tapi karena lautnya kelewat dalam, pake life vest deh. #alesan


atau mau mencoba mengayuh canoe sendiri? it will be pleased :)


puas mengitari berbagai macam pulau seharian, saatnya kembali ke hotel untuk bersih-bersih dan siap untuk trip malam hari! :)

karena sebelumnya kami sudah menginap di Patong Beach, untuk hari kedua ini kami mencoba penginapan di Kata Beach.

Kata Beach masih memiliki garis pantai yang sama dengan Patong Beach. apabila dilihat di peta, urutan dari arah utara ke selatan; Patong Beach, Kata Beach dan Karon Beach.

Kami mempercayakan pada Outdoor Inn & Restaurant sebagai tempat menginap. alamatnya terletak di 1000/41-42 Kata Road. tempatnya nyaman dan apabila dilihat dari bangunannya, nampak hotel ini baru saja dibangun beberapa tahun yang lalu. Rate semalam 1000 THB/room. jarak hotel-Kata Beach hanya sekitar 10 menit berjalan kaki. oya, setiap room dilengkapi dengan balkon juga! mantap deh pokoknya! :)


awalnya kami sangat menikmati menginap di Kata Beach. menjelang malam hari kami terpana. karena Kata Beach cenderung amat sepi. apalagi sebelumnya kami sempat disuguhi atmosfer super-duper-ramai di Patong Beach. kondisi yang benar-benar berbeda!

mungkin akan lain ceritanya, bila kami dalam rangkaian "Honeymoon Tour", tempat sepi dan romantis ini pasti akan cocok. namun sayangnya, yang pergi kali ini adalah backpacker-backpacker gila eksis dan popularitas, tempat ini tidak dapat mengakomodir kepentingan itu.

ini sedikit gambaran tentang Kata Beach, bisa terlihat dari cermin betapa sepinya jalanan menuju pantai. padahal waktu baru menunjukkan jam 8 malam!


well,, begitulah cerita kami di hari kedua Backpack. ada beberapa point yang sepertinya cukup unik untuk di-share:
  1. Sewaktu James Bond Island Tour, sebagai tanda terimakasih, bisa memberikan tip untuk pengayuh canoe, apalagi mereka sangat ramah dalam berinteraksi.
  2. Bila memang butuh keramaian dan suasana wisata, silahkan menghabiskan waktu di Patong Beach. di sana juga terdapat traditional market untuk membeli souvenir beserta tempat makan dan hotel yang bejibun jumlahnya.
  3. Walaupun kami bukan di negara sendiri dan sangat layak menyandang gelar "Turis Mancanegara", kenyataannya orang-orang sana masih belum menganggap Turis. alasannya mungkin karena wajah kami masih Asia banget. #miris
  4. Jikalau nanti saya sangat desperate mencari jodoh, sepertinya pergi keluar negeri cukup menjanjikan. terhitung setidaknya ada 3 bule yang berasal dari negara-negara yang berbeda menyapa saya. yang paling happening adalah bule Iran yang memperhatikan saya sejak bersama-sama berada dalam kapal James Bond Island Tour. #dilemparjambanmassal

okey, blogwalkers. see you at #3 post-Shoking Thailand. the last post about our backpacking.

nice weekend, everybody! :)


P.S: Photos by Thomas Budiman Syah, Damar Wibowo, Listiyani Purwitasari, and Me! :)
read more “Shocking Thailand [2]”

Thursday, April 8, 2010

Shocking Thailand [1]


Setelah melalui perdebatan cukup panjang dan beberapa kali pergantian personil layaknya sebuah grup band, saya dan keenam orang teman, akhirnya berhasil menjejakkan kaki di tanah Phuket-Thailand.

ini merupakan pengalaman pertama saya ke sana. pengalaman pertama pula backpacking ke luar negeri.

berbekal Tiket Promo Air Asia rute Jakarta-Phuket yang telah di-booked sejak November 2009 untuk periode keberangkatan Januari-April 2010 (seharga +/- Rp.700.000), saya dan teman-teman mengambil perjalanan selama 5 hari yaitu tanggal 2-6 April 2010.

Rencana awal, kami akan mengunjungi Bangkok, tapi karena jaraknya dari Phuket lebih kurang 12 jam (dengan transportasi Darat). dan artinya 24 jam untuk alokasi waktu Phuket-Bangkok PP, maka kami memutuskan tidak jadi ke sana. Hal ini cukup disayangkan, tapi mengingat rute pesawat kami adalah Jakarta-Phuket (bukan Jakarta-Bangkok) dan pada hari ke-5 kami memiliki penerbangan pagi, maka kami tidak terlalu memaksakan trip ke Bangkok. mungkin Backpacking selanjutnya, bisa mengunjungi Bangkok dan Pattaya.

Jadi, backpacking kali ini, hanya difokuskan pada Phuket dan Sekitarnya.

[11.20 AM - 02.10 PM, April 2, 2010]
Penerbangan Jakarta-Phuket berjalan mulus. mulai dari pemeriksaan paspor, NPWP, tiket, kecuali 1 botol parfum milik teman saya, yang volume-nya lebih dari 100 mL akhirnya terpaksa ditahan. alasannya mungkin khawatir akan tumpah dan mengotori barang penumpang lainnya.

kalaupun ingin barang-barang seperti Parfum, Sabun, Body Cream, dll, sebaiknya bawa yang berukuran kurang dari 100 mL dan di-packing jadi satu dan rapi. dijamin lolos pemeriksaan! :)


[04.00 PM, April 2, 2010]
Akhirnya tiba di Patong Beach. tempat pertama yang kami pilih sebagai tempat menginap. hal ini didasarkan pada berbagai Catatan Perjalanan orang-orang yang mengatakan bahwa Patong Beach merupakan tempat paling ramai di daerah Phuket.

Dari Phuket International Airport menuju Patong Beach, kami dijemput oleh Jasa Tour. ini merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh JC Tour karena kami mengambil 2 Tour sekaligus, yaitu James Bond Island Tour dan Phi-phi Island Tour.

Alasan kami mengambil layanan Tour tentu saja menghemat waktu, karena total waktu kami berada di Phuket sebenarnya hanya 3,5 hari (sudah minus waktu perjalanan). Lagipula harga Tour yang kami peroleh cukup reliable.

Awalnya, harga yang ditawarkan untuk 2 Tour tersebut adalah 5600 THB. lalu karena booked sebelum 31 Maret, harganya menjadi 3400 THB. tetapi karena kami melakukan kontak awal melalui telepon dan email (bisa diliat di-webnya), akhirnya kami mendapatkan harga 1300 THB untuk James Bond Island. dan 1400 THB untuk Phi-phi Island. dengan fasilitas: transport Hotel-Airport PP, Hotel-Pelabuhan PP, dan semua aktivitas rangkaian Tour.

See? cukup worth kan untuk mengambil jasa layanan Tour ini? lalu, bagaimana layanan yang kami dapatkan? bagus atau tidak? sabar... nanti saya akan ceritakan! :)

The Minotel Hotel adalah hotel pertama yang kami tempati. letaknya di 19 Sawasdirak Road, Patong Beach. Harga stay semalam adalah 1000 THB/room (booked via internet). dan kalau menambah extra bed dihargai 300 THB/1 extra bed. tempatnya nyaman dan tidak bising. dekat dengan Pantai Patong dan Bangla Road (Pusat Keramaian Patong Beach). dekat pula dengan Family Mart dan 7-Eleven jika sewaktu-waktu butuh Pop Mie, Hot Coffee, dll.


atau perlu Sim Card baru? supaya roaming gak ngos-ngosan? silahkan cari di 7-Eleven juga. harga simcard baru 50 THB dan voucher 50 THB untuk online sepuasnya selama 24 jam. liburan jalan terus, eksis tetap bisa :)


dan ini jalan menuju Pantai Patong




sedangkan ini, saya di Pantai Patong. (maaf, agak narsis dikit) :p









Plis. jangan tertipu fotonya. kami berdua masih menyukai laki-laki!

Hiruk pikuk patong Beach mirip sekali dengan Pantai Kuta-Bali. banyak turis yang berlalu lalang, hanya saja, Patong Beach memiliki garis pantai yang lebih panjang dari Pantai Kuta. dan pantainya jauh lebih bersih. tidak nampak sampah atau kotoran anjing yang berceceran.

puas berenang kala sore itu, kami kembali ke hotel untuk bersih-bersih dan menikmati ramainya kehidupan malam Patong Beach - Bangla Road.





sekali lagi. Phuket tidak mengubah orientasi kami kok. ini hanya pose foto saja.

Sepanjang jalan Bangla Road, terdapat pub-pub yang biasa disinggahi oleh para turis untuk bercengkrama sambil menikmati Beer. di perempatan Bangla Road, ada 1 mobil bak terbuka yang menawarkan aksi Thai Boxing-olahraga asli Thailand.


dan untuk yang penasaran dengan Striptease Show, di sepanjang Bangla Road ini banyak yang menawarkan loh. tapi karena saya dan teman berjilbab, kami lantas tidak ditawari. sedangkan teman laki-laki yang lain, sepertinya ditawari namun tidak tertarik. atau malu dengan kami? entahlah. :p

dan satu lagi, banyak waria yang berkeliaran! benar-benar tidak kalah cantik dengan wanita asli. sampai-sampai kami sendiri bingung membedakannya.

untuk Kulinernya, sebenarnya tidak cukup susah. banyak seafood dimana-mana. sayangnya, masak seafood ini menggunakan wajan yang sama dengan merebus/menggoreng daging Babi. walhasil, untuk hari pertama di Phuket, saya makan Sate Ayam dengan bumbu yang luar biasa asem dan asin. Tidak cocok lah di lidah saya.


Harga makanan di Patong Beach termasuk murah. sate ayam yang saya pesan seharga 100 THB. minumannya saya pilih Soda dengan harga 20 THB. untuk makanan lain, misal: Mie Goreng Seafood seharga 40 THB. Nasi Goreng Seafood seharga 80 THB.

dan setelah kenyang menyantap makan malam. dan jalan-jalan memutari Bangla Road, Patong Beach sampai kembali ke Sawasdirak Road, akhirnya kami kembali ke hotel sekitar pukul 11.30 Malam. memutuskan untuk istirahat, karena esoknya kami akan dijemput jam 7.45 pagi untuk James Bond Island.


[to be continued]


P.S.:
Photos by Damar Wibowo, Thomas Budiman Syah, Aditya Singgih, Listiyani Purwitasari, Bambang Setiawan and Me :)
read more “Shocking Thailand [1]”

Saturday, March 27, 2010

Playing The Alphabet.


hai, blogwalkers! apa kabarnya?

kembali lagi saya tidak sengaja meng-"hiatus"-kan diri. semenjak akhir-akhir ini banyak yang harus saya kerjakan dan saya pikirkan. atau mungkin lebih tepatnya sok sibuk dan sok penting memikirkan banyak hal. hahahaha.


oleh karena itu, untuk kali ini saya hanya ingin membuat postingan yang ringan-ringan saja. sebagai pemanasan saya kembali menulis lagi. *
halah. berasa artis banget!*

jadi ceritanya, akhir-akhir ini saya masih saja disibukkan dengan kegiatan penelitian di Lab. laporan-laporan bejibun banyaknya. dan berbagai persiapan menjelang kegiatan Backpacking untuk bulan April nanti. alhamdulillah, semua persyaratan yang dibutuhkan sudah dilengkapi, tinggal menunggu keberangkatan saja! saya janji deh, saya akan sharing ceritanya di sini. siapa tahu bisa menambah referensi backpacking para blogwalkers semua! :)

dan.. sebagai ganti dari hiatus di blog, saya masih suka nongol di twitter. sumpah ya! saya mau berterimakasih banyak untuk pencetus ide dari twitter ini. benar-benar bisa mengakomodir keinginan orang-orang yang hobi microblogging, nggak bisa tinggal diam dalam berekspresi atau chatting dalam cara lain.

yup. keasyikan saya akhir-akhir ini di twitter jadi lebih bewarna, karena ada yang namanya
anjinggombal dan fiksimini. untuk yang belum tahu jenis apa kedua makhluk itu, saya akan bagi ceritanya di sini. :)
  • anjinggombal itu semacam sekte sesat yang dikhususkan untuk menggombal. pendirinya sendiri seorang wanita berbintang Aries yang akhir-akhir kemaren baru berulang tahun yang ke 24 *halah. infonya jadi nggak jelas gini*. yup she is rahne putri. Dalam sekte ini, kalian dipersilahkan untuk menggombal sepuasnya. seunik mungkin. dan segombal mungkin sesuai dengan tema-tema yang ditetapkan tiap harinya. oya, all this stuffs are for fun loh! do not take seriously. yah namanya juga flirting! :p dan daripada kebanyakan cing cong, let me show you the words! *wink*
"walaupun kamu bukan Matt Damon. bukan pula Raul Remon. tapi untuk kamu, hati ini akan selalu On!" #anjingTakeMeOut

"akhir-akhir ini aku suka dimarahin Atasan. tiap kali nulis surat kantor, pasti di bawahnya ada tulisan "P.S I Love You". inget kamu terus sih"

"air is composed of 78% nitrogen and 21% oxygen. while my heart is composed of 78% you and 21% you. yeah, it's all about you."

"aku memang selalu butuh Close Up. supaya Close to your heart. dan kamu pasti butuh 7up. supaya rasa cintamu padaku terus meningkat, hingga langit ke tujuh."

"jangan kaget ya sayang, jika berpuluh-puluh tahun ke depan namamu akan trs dibicarakan. aku baru saja bikin 1000 candi buat kamu tuh."
  • fiksimini adalah bentuk lain dari merangkai kata-kata. seperti judulnya fiksimini berarti cerita berukuran mini hanya dalam 140 karakter. penggagasnya adalah @agus_noor dan dimoderatori @ekakurniawan dan @clara_ng. tidak gampang untuk bisa masuk dalam wilayah "Re-Tweet" mereka. karena wilayah fiksimini memang lebih serius dan perlu pemahaman sastra yang kadang-kadang cukup "aneh" untuk dimengerti. well, let me show you! :)

"aku selalu membawa cermin kemana-mana sebagai spionku. hanya untuk memastikan, bayang-bayangmu tidak mengikuti ku lagi"

"Aku bisu. Dia tuli. Kami rindu. Tak terperi. Hanya mata. Bahasa cinta." (candramalik)

"
pinokio terus berbohong sampai-sampai hidungnya datang tiga jam lebih awal sebelum dia tiba ke sekolah." (Alkupra)

"
Dialah pembunuh paling sadis di jagat raya. Satu kali aksi, kemanusian korbannya. "Apa yang dia bunuh?" "Perbedaan." (Salmarasto)

"
suamiku selalu memberi bunga tanda maaf setelah memukuliku. Utk pukulan terakhir, dia sempat memberiku bunga diatas nisanku." (Jeharimurti)
see? begitulah kira-kira dunia kata-kata yang sedang hobi saya geluti. lumayan untuk mempertajam kreativitas dan pelajaran sastra tentunya. satu yang pasti. bisa bikin ketawa. kata-kata yang tercipta, terkadang memberi letupan-letupan yang berbeda. ditambah lagi dengan ajang berbalas pantun. makin lengkaplah sudah saya bermain kata-kata.

so, tunggu apa lagi? tetaplah bermain kata-kata! :)





P.S: jangan lupa follow saya ya di twitter! >> @dewi_srikandi *ngiklan narsis* :p
read more “Playing The Alphabet.”

Monday, March 15, 2010

Joyeux Anniversaire, Tom


hai, Tom. apa kabar?
aku tahu, mungkin saja kamu tidak akan membaca tulisan ini.
tapi entah kenapa tetap saja aku tulis.

ya, hari ini 15 Maret.

hari yang sama di setiap tahunnya yang memperingati hari lahirmu.

kamu dan entah berpuluh-puluh juta orang di luar sana yang juga dilahirkan pada hari yang sama.


tapi Tom yang aku maksud di sini adalah kamu.

ya. kamu!
orang yang aku kenal entah 3 atau 4 tahun yang lalu.

orang yang pernah ikut memberikan sumbangsih warna dalam kehidupanku.

orang yang kini sepertinya begitu jauh dari jangkauan mata dan tanganku.


tapi apapun cerita yang menyertaimu dalam setiap kenangan yang aku punya,

aku hanya berharap semoga Tuhan senantiasa menjagamu.

menuntun hatimu ke jalanNYA.
diberikan yang terbaik dalam pilihan langkah-langkah hidupmu.

hingga kelak sepenuhnya kamu begitu bertanggung jawab terhadap nafas yang dititipkanNYA.
amin.

oya, tahukah kamu, Tom?
sesungguhnya aku merindukan mu.

bukan dalam ruang lingkup yang "itu".

bukan.

aku hanya rindu melihatmu dalam kemasan yang terbaik.

kemasan yang begitu dekat denganNYA.

kemasan yang mampu menyentuh hangat hati setiap orang.
kemasan yang dengan segala lelucon ataupun idealisme mu,

mampu membuat ku harus membuka segala pengalaman, pengetahuan, atau pun data-data yang tersimpan dalam setiap jengkal memori untuk bisa mengimbangi mu.


atau.... jangan-jangan saat ini kamu sudah berada dalam kemasan itu?

ahh iya... mungkin saja!

karena entah sudah berapa ratus waktu, kita tidak bersua wajah.
atau bertukar kabar.

yah.. apapun peran yang saat ini sedang kau jalani,

aku hanya mampu menitipkan do'a.

sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Tom.

selamat menikmati hidup.






P.S: Maaf, untuk tahun ini hadiah untukmu tidak ada, Tom :)
P.S.S: Tapi pastinya "dia" akan memberikanmu hadiah kan? aku sudah mempercayakan padanya :)
read more “Joyeux Anniversaire, Tom”

Monday, March 1, 2010

suaraMU.


Subhanallah, begitu banyak tanda - tanda kebesaran-nya di alam semesta ini.

Adzan telah dikumandangkan dari beribu surau dan masjid

Dunia memiliki perbedaan waktu antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Sebelum Adzan subuh sempat berkumandang di wilayah terbarat benua Afrika,

Adzan Dhuhur pun siap berkumandang menjelajah belahan dunia lainnya.

Sementara kumandang Adzan Dhuhur belum sempat terdengar kembali di bagian timur Indonesia,

Adzan Ashar telah siap menjelajah belahan dunia lainnya.


Saat gema Adzan Ashar belum selesai,

Adzan maghrib telah merambah Bumi ini.

Selang beberapa saat Adzan Isya’ pun siap melanjutkan.

Ketika gema Adzan Isya’ belum selesai di benua Amerika,

Adzan Subuh sudah kembali terdengar di sebagian wilayah Indonesia.

Seiring bergantinya siang dan malam ternyata Adzan akan selalu berkumandang di bumi ini.

Tanpa kita sadari, para muadzin di seluruh penjuru dunia ini,


tak henti - hentinya bersahutan mengumandangkan adzan.

Insya Allah gema Adzan akan terus mengawal dunia berputar hingga akhir zaman.





P.S: Kata-kata di atas merupakan renungan Adzan Maghrib di Metro TV.
read more “suaraMU.”

Friday, February 19, 2010

Ababil.


apa jadinya jika seorang Remaja yang berlabel "ABG" masih punya jiwa psikologis yang labil? yup! itulah yang kemudian disebut "Ababil" alias "ABG Labil"

entah ada pergeseran budaya dan/atau dekadensi moral dan/atau pengaruh negatif yang luar biasa keras, nampaknya remaja-remaja Indonesia jaman sekarang lebih banyak suka meributkan hal-hal yang teramat-sangat-tidak-penting atau mungkin sebenarnya bagian dari kegiatan mencari sensasi saja? entahlah.

masih ingat kasus Rana? yang melalui account twitter, ia menyatakan bahwa "pengguna BB adalah alay" (oh Tuhan, bahasa apa lagi ini "alay"?) dan kontan saja akibat ulahnya itu, dia banyak menuai komentar pedas yang tentu saja isinya mengecam pernyataan semena-menanya itu.

walaupun saya bukan pengguna BB (karena saya lebih suka disebut wanita ber-windows mobile. oke, ini info nggak penting!), tapi saya juga kurang menyetujui tindakannya. karena entah alasan apapun di belakangnya, BB dalam kacamata saya adalah smartphone yang jika difungsikan dengan benar, maka lebih sekedar untuk chatting dan facebooking atau tweeting unlimited. buktinya banyak rekan kerja saya yang merasa terbantu dengan adanya layanan internet untuk BB yang menjangkau wilayah "real time".

dan sekarang setelah badai Rana mereda, muncul lagi Marsha. (masih) melalui account twitter, ia berkata bahwa "sekolah swasta itu lebih baik dari sekolah negeri. dan karena orang tua gue kaya, makanya gue sekolah di sekolah swasta".

ya Tuhan! apa-apaan sih para ABG ini?

dan bisa ditebak dong kelanjutan ceritanya seperti apa. sebelas-dua belas dengan Rana, Marsha pun mendapat komentar-komentar panas yang langsung menyerangnya tanpa ampun. beda halnya dengan Rana, jika Rana langsung meminta maaf dan (kalau tidak salah) menutup account blog/twitter-nya, sedangkan Marsha masih terus defensif dengan perkataan-perkataan yang tidak-kalah-"tidak-penting"-lainnya.

oke, berlanjut ke peristiwa lainnya lagi yang tidak kalah heboh.

tentunya ingat kasus Arie-Nova Marietta kan? yang bertemu lewat facebook dan kemudian melarikan diri. ya Tuhan! mereka masih berumur 14 tahun! perjalanan mereka masih teramat sangat panjang. bahkan saya yang sudah berumur 23 tahun saja merasa bahwa perjalanan saya masih panjang. masih perlu banyak berilmu. banyak beramal. banyak berbenah diri. masih begitu banyak tugas yang menanti.

sedangkan mereka sudah merasa mendapatkan "pernikahan seumur hidup" "dunia milik berdua" "cinta mati" dan sebagainya. bagaimana jika mereka punya anak kelak? padahal kita sepenuhnya sadar, bahwa biaya pendidikan di jaman sekarang tidak murah, belum lagi biaya kesehatan, sandang-pangan-papan yang luar biasa mahalnya. lalu dengan apa mereka akan membeli kepentingan-kepentingan itu?

ya Tuhan. benar-benar miris melihat tingkah polah remaja jaman sekarang.

entah hanya perasaan saya saja, atau kacamata pengamatan saya yang kelewat sempit, namun saya amat jarang sekarang mendengarkan berita mengenai remaja yang berprestasi atau berbagai pengumuman mengenai kompetisi ilmu yang bergengsi.

sebut saja olimpiade, pelajar teladan, cerdas cermat, debat bahasa inggris dan berita senada lainnya yang setidaknya membuat decak kagum orang se-Indonesia Raya. sekarang, seolah-olah trend fashion terbaru, berita-berita tentang "Ababil" malah merajai stasiun-stasiun TV di Indonesia.

apabila dirunut benang merahnya, sedikit-banyak tentunya hal ini berkaitan dengan cara pendidikan yang diberikan oleh orang tua. bagaimana bentuk pengawasan mereka. nilai-nilai yang ditanamkan dalam hubungan kekeluargaan. rasa "hormat dan patuh" pada orang tua. hingga kebiasan-kebiasaan dalam rumah.

mungkin benar adanya, jika budaya yang sedikit "kolot" justru ada baiknya untuk dipertahankan. seperti mengharuskan anak pulang tepat waktu, makan bersama di meja makan, pengawasan terhadap tontonan televisi, pengawasan terhadap teman-teman di lingkungannya, membiasakan agar anak punya rasa "takut" pada orang tua. setidaknya hal-hal tersebut nantinya semakin menyadarkan dan memberikan pemahaman pada sang anak, bahwa ada batasan-batasan dalam berperilaku. dan usaha untuk menjaga nama baik orang tua dan pribadi.

oke. mungkin saya belum punya anak, sehingga seolah-olah merasa mudah menjabarkan teori mengenai pendidikan anak yang baik. tapi, setidaknya saya pernah menjadi seorang anak-anak dan remaja, dan saya pernah melihat bagaimana saya dididik oleh orang tua.

dan berikut tips untuk Ababil supaya waktu mereka tidak sia-sia plus tidak merepotkan orang lain dengan tingkah polah mereka yang labil:
  1. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik dimasukkan ke sekolah kepribadian
  2. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik kursus piano, atau tata-boga
  3. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik les bahasa Inggris atau bahasa Cina
  4. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik dimasukkan ke kelompok Karya Ilmiah Sekolah
  5. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik dipenjarakan dengan buku-buku di Perpus
  6. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik dibayarin buat ikut seminar ESQ
  7. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik disuruh maen Teater
  8. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik ikut LSM Peduli Lingkungan
  9. daripada main twitter/facebook, Ababil lebih baik disuruh ikut kelompok prakarya tas Luis Vitton (emang ada gitu? oke. ini salah satu saran dari teman)

yup. begitulah kira-kira pandangan saya sebagai Generasi yang Lebih Dulu Tua melihat fenomena Ababil yang merajai Indonesia Raya. sedangkan untuk bagian tips, itu hanya sedikit ide "gila" :)


read more “Ababil.”

Thursday, February 18, 2010

Augusteum


Saya memperhatikan Augusteum, dan berpikir barangkali hidup saya sebenarnya tidak terlalu kacau. Sebenarnya yang kacau adalah dunia ini, membawa perubahan kepada kita semua, tanpa satu orang pun dapat mengantisipasinya. Augusteum memperingatkan saya untuk tidak terbelenggu dalam pemikiran-pemikiran kuno mengenai siapa saya, atau fungsi apa yang pada mulanya diperuntukkan bagi saya. Kemarin saya mungkin menjadi sebuah monumen yang mempesona bagi seseorang, benar - tetapi besok saya dapat menjadi gudang tempat menyimpan kembang api. Bahkan di Kota Abadi, kata Augusteum dalam diam, kita harus selalu siap untuk menghadapi kekacauan dan gelombang transformasi yang tak henti-hentinya.
-Eat, Pray, Love-


Bagian itu sempat saya baca berulang kali dalam buku "Eat Pray Love". entah kenapa buku ini seperti memiliki kebetulan yang terlalu banyak dengan apa yang sedang atau pernah saya alami. perjalanan hidup seorang Elizabeth Gilbert yang kemudian tertuangkan dalam serangkaian cerita di berbagai kota dan kata-kata, membuat saya sepenuhnya sadar, bahwa tidak semua orang mampu benar-benar memanajemen setiap masalah yang ada dengan baik.

dan bersyukurlah setiap orang yang dianugerahi berbagai masalah karena dengan begitu sesungguhnya Tuhan sedang benar-benar memberi anugerah dan apalagi jika mampu keluar dari tempat itu dengan kata "survive".

dan sesungguhnya, saya sudah lama berjanji untuk kemudian tidak akan mengumbar hal-hal sedih/merana/menderita/mengeluh/tragis/whatsoever di sini. karena saya tidak ingin ada aura negatif berkeliaran di blog saya. tapi apa boleh buat, nampaknya menulis menjadi cara yang cukup ampuh untuk sedikit melegakan kepenatan pikiran.

ada 1 hal yang benar-benar mengganggu pikiran saya.

hal yang sangat sensitif karena berkaitan dengan tempat bekerja.

seperti judul pekerjaan saya yang membawa-bawa kata "peneliti", tentunya untuk jangka waktu yang lama, saya akan terikat kontrak "seumur hidup" untuk terus berkutat dalam bidang pengembangan kelimuan. itu artinya saya harus dinamis.

pikiran ini kemudian agak terganggu setelah beberapa hari yang lalu, saya mengikuti meeting dengan Deputi. beliau banyak menjelaskan tentang kebijkan-kebijakan Pemerintah yang dituangkan dalam RPJMN dan kebijakan Lembaga saya bekerja.

sebelumnya, saya sempat memikirkan beberapa proposal penelitian yang setidaknya cukup baik untuk dijadikan program rencana tahun depan. namun, sepertinya beberapa ide itu sepertinya termentahkan begitu saja dengan tuntutan Kebijakan Nasional yang tidak mengindahkan beberapa hal penting yang sudah terlanjur ter-skema-kan dalam rangkaian calon penelitian yang akan saya kerjakan.

hal-hal penting yang (agak) diabaikan itu, sayangnya memiliki muatan "harus dilakukan" mengingat posisinya sebagai pendukung menuju tahapan riset yang lebih lanjut, yaitu berupa aplikasi teknologi. namun sayangnya, karena kebijakan yang (sedikit) berubah tadi, akhirnya bagian yang penting itu harus di-cut.

belum selesai masalah itu, terdapat juga masalah biaya. saya dan teman-teman dihadapkan pada aturan yang cukup sulit, yaitu yang mengikuti rumus ini:

input = 0 (nol); output = ~ (tak hingga)

"produksi materil dan non-materil" adalah maksud dari rumus di atas. tidak hanya sekedar mengubah barang yang berekonomi rendah menjadi ekonomi tinggi, tapi juga bagaimana mengubah dari sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga luar-biasa-tinggi. mungkin jika ruang lingkupnya sempit, misal: untuk kabupaten tertentu, masih bisa diusahakan. tapi jika untuk satu Negara? perlu pemahaman yang lebih dari sebuah proposal berisi 60 halaman.

survey. screening. sumber daya alam. sumber daya manusia. funding. teknologi. sarana prasarana. komitmen. kebijakan. ketahanan pangan. proposal. deadline. rekomendasi. birokrasi.

ahh... nampaknya kata-kata itu terus berlarian di dalam otak saya. tanpa tahu harus mana dulu yang dipikirkan.

saya butuh lebih dari ilmu di masa kuliah dulu. saya butuh pijakan lebih tinggi. saya butuh insipirasi. saya butuh tenaga lebih. saya butuh peta. saya butuh jalan. saya butuh "sesuatu yang melengkapi" sebuah ide yang komprehensif. saya butuh berdedikasi. saya butuh berkarya. saya butuh otak yang sehat. saya butuh birokrasi yang fleksibel. saya butuh mendobrak "kotak".

saya butuh Tuhan. (ya. ini selalu pastinya)

ahh.. nampaknya saya sedikit kacau. apa dunia sekitar saya yang memang sedang kacau sehingga proses reparasinya nampak amat rumit?

entah.





P.S: Augusteum adalah sebuah Kota di Italia yang penuh sejarah atas dasar "perubahan kekuasaan", dari musoleum megah milik Octavian Augustus, benteng keluarga Colonna, perkebunan anggur, calon makam Mussolini, hingga sekarang menjadi tempat tersunyi dan tersepi di Roma. dan kini masih ada, menunggu inkarnasi selanjutnya.

P.S.S: Maaf untuk postingan yang meracau ini. sebenarnya sedikit-banyak, saya sudah tahu tindak lanjutnya seperti apa. hanya ingin menuangkan sedikit di sini, agar pikiran tidak terlalu penuh :(
read more “Augusteum”