Tuesday, February 16, 2010

Une Ville


Dua hari terakhir entah kenapa saya begitu merindukan Jogja. sebuah kota yang terlalu jauh merasuki memori saya. kota yang semula hanya menjadi tempat persinggahan sementara, malah memberikan bekas yang dalam.

ya. saya pernah berada di Jogja selama 4 tahun untuk kuliah. sebelumnya, sekitar 18 tahun lamanya banyak saya habiskan di bagian Nusa Tenggara Barat.

namun entah kenapa, baik itu Nusa Tenggara Barat, atau kota asal Ibu di daerah Jawa Timur dan asal Ayah di Jawa Tengah, tidak begitu membekas di hati. saya hanya merasa senang berada di tempat-tempat itu karena ada keluarga di sana. jika tidak, mungkin saya tidak akan menyukainya.

beda halnya ketika saya berada di Jogja. apakah ada keluarga atau tidak, ada teman atau tidak, saya tetap saja jatuh cinta dengan kota itu, dan saya akan tetap ke sana.

saya sama sekali tidak perlu alasan khusus untuk datang ke Jogja. begitu ada keinginan untuk ke sana, dan kebetulan situasi dan kondisi memungkinkan, maka saya akan segera berangkat. entah naik kereta Ekonomi, Bisnis, Eksekutif atau pesawat sekalipun, saya akan senang hati datang ke sana.

sebenarnya ada apa sih dengan Jogja, hingga saya begitu mencintainya?

maka, biarkan saya jelaskan satu-persatu.

*******

berada di sana, saya merasakan tempat yang bernama "rumah kedua".

nyaman. menyenangkan.

kota itu seolah-olah menerima saya dengan hangat dan ramah. membiarkan saya, seperti tidur di atas pangkuannya. bahkan ketika berjalan memutari kota tanpa seorang teman pun, saya tidak akan merasakan kesepian. karena di setiap bagian jalan, kita bisa bertemu seorang teman.

>> multikultural.


multikultural yang saya juga senangi dari kota ini. dilatarbelakangi dengan jumlah universitas-universitas yang mumpuni dalam bidang pendidikan, maka tak heran jika lantas banyak orang yang entah dari daerah manapun untuk menimba ilmu di sini. di sinilah jika kalian ingin mengenal Indonesia dalam ruang lingkup yang lebih sederhana.

teringat ketika saya masih di sana dulu. kebetulan beberapa teman kuliah/organisasi/kost berasal dari daerah yang berlainan. saat yang paling menyenangkan adalah ketika usai mudik Lebaran. biasanya kami membawa oleh-oleh khas dari daerah masing-masing. dan tentunya buah tangan ini nantinya disantap ramai-ramai sehingga acara "icip-menyicip" seperti menjadi agenda yang dinanti.

tapi tentu saja, di luar acara santap-menyantap tadi, pengenalan akan karakteristik dari beragam budaya itulah yang paling menarik.

>> pendewasaan otak


bagian ini pula yang membekas dalam ingatan saya. Jogja adalah titik pijakan besar yang membuat saya semakin mencintai Ilmu Kimia. saya bertemu dengan pengajar-pengajar profesional yang konsisten dalam memberikan dedikasinya untuk pengembangan ilmu. membuat saya selalu terpacu untuk terus mencari dan mencari akan ilmu. Tuhan telah benar-benar menempatkan saya di tempat terbaik.

selain itu, berbagai kegiatan penelitian Lab, organisasi, atau pekerjaan birokrasi, juga membuat saya semakin tertantang untuk menyelesaikan setiap masalah dengan solutif dan cerdas. entah kenapa pada saat itu, banyak hal-hal baru yang lantas mewarnai setiap keputusan yang saya ambil. benar-benar pengalaman luar biasa.

>> persahabatan


bagian ini tentunya tidak kalah menarik. saya bertemu dengan orang-orang yang menawarkan persahabatan yang tulus. persahabatan yang mengenal kata "Ya" dan "Tidak".

"Ya" untuk mendukung sebuah kebenaran.

"Tidak" untuk penolakan terhadap perbuatan salah.

walaupun tidak selalu berjalan mulus, tapi toh itu yang kemudian lebih merekatkan kami. saya banyak belajar dari mereka. tentang hidup dan perjuangan. tentang keluarga. tentang cinta. bahkan tentang persahabatan itu sendiri.

namun seiring berjalannya waktu, kami dalam sekumpulan besar orang-orang, yang entah ditemukan oleh kuliah/organisasi/laboratorium/pekerjaan birokrasi/takdir pada akhirnya harus berjalan dalam pilihan jalan masing-masing untuk melanjutkan cerita hidup. seperti saya contohnya, yang kemudian harus hijrah ke Jakarta.

>> cinta

Jogja pula tempat pertama kali saya menemukan cinta yang sebenarnya. sekaligus menjadi tempat untuk kehilangan cinta itu. perjalanan cukup panjang menyenangkan sekaligus melelahkan.

dicintai dan disakiti dalam waktu yang nyaris sama.

tapi meskipun begitu, saya belajar banyak. setidaknya belajar mengeringkan air mata sendiri, untuk kemudian tersenyum.

ya sudahlah, saya tidak ingin melanjutkannya, toh dia sudah bahagia sekarang. begitu pula saya, sudah amat bahagia sekarang.

*******

dan begitulah Jogja. begitu lengkap cerita yang saya peroleh di sana. amat wajar jika saya begitu mencintai kota itu.


lalu bagaimana dengan Jakarta? kota yang saat ini saya tempati?

apa saya akan jatuh cinta pula dengannya?

sayangnya, hingga saat ini posisi Jogja belum tergeser dari hati saya :)





PS:
maaf untuk posting kali ini yang terlalu panjang :)

16 komentar:

Ivan@mobii said...

Org Jogja kan hatix semanis gudeg ma... Hehe jd kpn mau k sana lg??

miwwa said...

aku baru tau deh kalo nenek dari NTB. aku pengen deh ke daerah timor gitu. :))
aku belom pernah ke Jogja juga hehe. seperti biasa tulisan nenek selalu bagus dan rapi. aku jadi bisa ikut ngerasain nostalgilanya nenek. X)

Ney said...

duh mana aku lg pgn bgt pergi ke jogja PLUS baca tulisan mba, alhasil..

JADI TAMBAH PENGEN KE JOGJAAA!
*histeris*

Hesty Wulandari said...

mari pulang marilah pulang..mri lah pulang ke jogjakarta

Henny Y.Wijaya said...

saya pernah satu kali ke jogja, cuma sebentar, langsung ke malioboro. keren!

jadi kangen pengen ke sana lagi

Pohonku Sepi Sendiri said...

wah, pernah kuliah di ugm mbake?
ckckck.. saluuutt..

ditemukan dan ditinggalkan cinta di jogja, pasti meninggalkan kenangan yg mendera..
*pohon ikut belajar mengeringkan air mata
hihihi..

Lina said...

dan saat ini saya berharap sangat bisa pindah ke jogja, ke tanah kelahiran suami. saya nggak pernah stay lama sih di jogja, tapi iya, saya juga jatuh cinta sama jogja...

desieria said...

Aku hampir kuliah di jogja tapi ga jadi hehe
Bentar say, aku pernah nanya ga ya ke kamu sebelumnya hehe.
kamu kimia UGM bukan? 2004?
Kalo iya mungkin harusnya kita barengan kuliah hehe

maiank said...

weeewww...jas lab nya ituh ga tahaaan...hihihi, inget jaman maba
pas praktikum di kimia...takut banget pegang ini itu takut meledak...(maba lebai..)

ayooo mb main ke jogja....
ntar main sama aku..(diiih maiank PD nya kumat..)

Syifa Ahira said...

ga pernah ke jogja.. :(

listiyani said...

kyaaaaa,,,ada foto gw..kangen jogja. kangen rumah.

QueeniieAngeLa said...

@Ivan@mobii,, aiihhh temen2ku yang asli Jogja bakal kegirangan mampus nih kalau baca komen-mu, van! hahaha. hmm... ke Jogja lagi yah? insya Allah akhir Februari ini :)

@miwwa,, asli sih jawa tulen, miuw.. tapi numpang besar di NTB. hehehe. ayo, miuw kapan2 main2lah ke daerah timor gitu. aku juga pengen banget menengok daerah pekanbaru supaya bisa ketemu kalian >.<

@Ney,, ayukkk Ney ke Jogja. akhir Februari ini aja, mumpung long weekend lohhh! #ngompor

@Henny Y.Wijaya,, semua orang yang ke Jogja nampaknya akan jatuh cinta dengannya. hahaha.

@Pohon,, yupp. pernah kuliah di sana. kayaknya emang rejekinya di sana. hehehe. begitulah Jogja terlalu banyak kisah yang ditorehkannya. hahahaha

QueeniieAngeLa said...

@Lina,, emang sekarang domisili dimana mbak? saya juga punya pengharapan yang sama. pengen banget kalau suatu saat nanti (masa pensiun mungkin) bisa menetap di sana. kepalang cinta sama Jogja. hahaha

@Desieria,, yup. Kimia UGM 2004. ya ammpuunn ternyata dunia sempit! gak jadi ketemu di kuliah, ketemunya malah di blog. dan ternyata temannya Mol pula! hahahah

@Maiank,, hahaha. emang gitu tuh penyakit maba. serba takut. padahal waktu praktikum dasar mana ada bahan2 yang berbahaya banget? masih standardlah! tapi menginjak tahun2 berikutnya tuh sudah mulai suram. maen2 sama bahan2 korosif semua. sampai2 rok ku dulu pernah jadi korban kebiadaban bahan2 itu. hahahaha. yup yup. aku akan ke jogja lagi. insya Allah akhir februari ini! :D

@Syifa Ahira,, then sometimes just visit Jogja. never ending Asia :D

@Bu Ithaq,, hahaha. iyaaaa buk. sungguh amat kangen diri ini dengan Jogja. marilah kita ke sana long weekend nanti :D

fauzan said...

yang aku inget dari jogja ... waktu backpacker ke sana sampai di lempuyangan ditawarin beca nyari hotel 1000 perak sampe dapet hotel :)

dJamboel said...

Luv U all Jogja...
apalagi aq sudah ga ngumpul dengan ramutu Fam yang bnyak polah & tingkahnya...

dJamboel said...

Luv U all