Friday, May 21, 2010

Kencan.


sebenarnya saya bisa menggunakan payung atau motor -lengkap dengan jas hujannya,

tapi saya lebih pilih kepala beratapkan langit dengan hujannya.



saya sedang ingin berkencan dengan hujan sore ini.


ingin dikecup kedua pipi saya olehnya. kecupan yang dingin. tapi sebenarnya menghangatkan di hati.


ingin dipeluk sampai saya merasakan dingin ke seluruh penjuru tulang.

ingin bersandar di tubuhnya yang besar. supaya saya bisa menyandarkan tubuh saya dalam pangkuannya.


dan ingin menitipkan air mata saya padanya. sebagai bentuk saling berbagi saya dan dia.

"ambillah hujan, saya tidak butuh air mata ini. bawa saja ke Gurun Sahara atau ke sungai-sungai dangkal. atau jutaan manusia lain pendamba air"


Hujan memandang sinis. sangat sinis.


Lalu dia berkata: "Dulu kamu kan yang sering bersembunyi di balik tubuhku untuk menyembunyikan tangis?"

"kamu juga kan yang selalu meminta pada Tuhan supaya aku sering menyambangimu? karena akulah satu-satunya perekatmu dengan masa lampau"

ah Hujan! kenapa dibeberkan semua sih?

Jaman dulu itu kan cuma sekedar menarik perhatianmu saja.


Sesungguhnya aku lebih mencintaimu kok, daripada bayangan-yang-entah-siapa-itu-yang-selalu-ikut jika kamu menyambangi hati saya.

eh tunggu!

kok bayangan-yang-entah-siapa-itu-yang-selalu-ikut-sama-kamu, tidak terlihat lagi?

saya tidak pernah mengusirnya loh. beneran deh!


ahh jangan-jangan dia cemburu sama kamu.

karena setiap kamu datang, saya lebih suka berbincang denganmu dibanding dia.


ahh iya! mungkin juga begitu.



ya sudah Hujan, sampai kapan kita berbincang terus?


peluk saja saya segera!


waktumu tidak banyak kan?







P.S: racauan ini akibat hujan-hujanan kemarin sore.
P.S.S:
semoga saya tidak Flu! amin.

2 komentar:

bandit™perantau said...

*berubah jadi hujan..


:D

Dewi Srikandi said...

aw aw aw. segera menyelamatkan diri! gak jadi kencan dengan hujan. hahahahhaa