Friday, June 18, 2010

Penyakit Tubuh.


membuat suatu 'Maha Karya' itu selalu terletak pada langkah awal.
terkadang, kita terlalu lama berputar-putar di langkah awal.
terlalu banyak pertimbangan.
rasa malas yang segudang.
atau karena jumlah peralatan tempur yang belum cukup.
ya. kau tahu kan?
peluru tanpa bubuk mesiu yang penuh, acapkali memundurkan langkah juang kita secara teratur.

padahal berputar-putar terlalu lama di langkah awal, tidak pernah menguntungkan.
kau tahu kenapa?
karena waktu akan menggerogoti tubuhmu pelan-pelan.

dia akan menempel erat di mata.
dan seketika kau akan dibutakan untuk melihat pintu kesempatan lainnya.

dia melekat erat di otak.
dan seketika otakmu jadi tumpul untuk berpikir,
bahkan untuk melakukan sesuatu yang amat mudah --katakan saja, bersemangat, kau pun akan lupa bagaimana caranya.

lalu, dia juga akan menempel di bibirmu.
dan seketika juga, kau akan lupa kata-kata "saya bisa",
melainkan berganti kata-kata keluhan pada Tuhan,
dengan alasan "ah Tuhan, ini bukan bakat saya. pantaslah jika saya tidak bisa"

belum lagi jika dia menempel di hatimu.
dan seketika aliran darah dari sana, hanya akan menambah beban tubuhmu secara sempurna.
ya. hati akan mengalirkan darah-darah kotor yang berisi pesimisme untuk diri sendiri.

dan jika sudah begitu,
jangankan sebuah 'Maha Karya' tercipta,
badan berdiri tegap untuk mendegar kata 'Maha Karya' terus didengungkan saja, sepertinya tidak akan mampu.

lalu siapa yang akan mengobati tubuh jika demikian?

ahh.. jangan merendah gitu lah!
saya tahu, Anda-Anda pasti sudah punya cara pengobatannya tersendiri.

buktinya sampai lahir kata "Revolusi" dalam kamus bahasa kita.
yang dapat diartikan sebagai "perubahan yang mendasar pada suatu bidang".

lalu saya juga mengenal kata "Kompetisi Hidup"
yang dapat diartikan sebagai "persaingan atau perjuangan di tengah-tengah hidup. yang kuat akan menang, yang lemah akan kalah"

lalu... ada kata "Hadiah".
yang berarti sebagai "ganjaran baik dan menguntungkan baik yang berupa kasat mata atau tidak kasat mata atas sesuatu usaha".
ahh.. kalau bagian yang ini, pasti saya dan Anda semua suka.
iya kan? :)
sayangnya, yang namanya Hadiah itu tidak gratis.
pasti ada nilai tukar yang harus kita berikan.
buktinya pemenang sayembara saja masih mengeluarkan sejumlah uang dengan label 'pajak' ketika ia ingin mengambil hadiahnya, kan?

jadi, siapa yang ingin mengambil hadiahnya sekarang?

kebetulan saya akan memulai langkah pertama saat ini.
dan saya tidak akan segan untuk berbagi pijakan kok.
atau mungkin... saling pinjam-meminjam pijakan?
ahh.. nampaknya menyenangkan sekali!

hubungi saya segera, ya! :)


2 komentar:

Enno said...

pinjam meminjam pijakan? boleeeh... pijakan kamu kiat gak? :)

Dewi Srikandi said...

kuaaatttttt banget mbak! kalau gak, ya nanti kita saling berpegangan satu sama lain :D