Wednesday, July 7, 2010

Luka Mimpi.


Mimpiku terbalut luka. sedikit berdarah tapi tidak bernanah.
Mimpiku suka bermain dengan Pisau. pikirnya, itu senjata.
Mimpi terlalu naif. Mimpi salah.
Pisau melukai mimpi, bukan menakuti Pesimistis.

Mimpiku terbalut luka, teriritasi di bagian kulit ari.
Tidak perlu operasi, tapi pasti meninggalkan bekas koreng.

Mimpiku terbalut luka. Tidak akan membuat mati,
Hanya akan memperkuat persekutuan antara Mata dan Air Bening.
Ya. Kau tahu kan?
Air Mata.
Hasil persekutuan wajar ketika mimpi tengah terluka.

Mimpiku terbalut luka. Dia manja.
Perban kasih sayang tidak cukup menyembuhkan.
Satu botol obat merah kepercayaan, menguap tak tersisa.
Pil kata-kata manis ditelan begitu saja. "Hambar", katanya.

Mimpiku terbalut luka.
Otakku membiarkannya.
Hatiku merangkulnya.

"Tak ada salahnya merasa sedikit luka" Otak bergumam.
"Luka dan Kesembuhan sudah berikatan sehidup semati. Maka, tenang saja." Hati berkata.

Jika begitu, beristirahatlah sejenak Mimpi.
Tidurlah dalam damai.
Lupakan balas dendam.
Pisau yang melukaimu, mungkin sedang khilaf.





P.S: Mimpi = Mendaki Semeru 9 Juli 2010.
P.P.S: Mimpi yang batal diwujudkan.

2 komentar:

Ali Mas'adi said...

dikasih betadine aja.. (ups kok ngiklan)

Dewi Srikandi said...

udaaaaaaaahhh. betadine gak mempan. mungkin memang benar harus ke Semeru baru lukanya sembuh :D