Tuesday, July 27, 2010

Candu Kereta.

source: pic

naik kereta itu candu. kau seperti punya kamus baru tentang manusia, yang bersumber dari pengamatan bebas. wanita berpakaian kantor lengkap, seorang anak yang terkantuk-kantuk atau lelaki muda yang enggan menukar kenyamanan duduknya untuk seorang wanita.

suatu saat, kau dapat memilih tempat duduk dimanapun kau inginkan. deretan gerbong kosong dan kursi busa berwarna hijau. namun tak jarang juga, kau harus memberikan latihan ekstra pada kedua kaki untuk berdiri sepanjang perjalanan.

suatu saat, kau hanya mendengar suara besi-besi yang beradu dengan rel kereta. berdecit, dengan irama yang menggelitik telinga. namun di lain waktu, suara penumpang muda-mudi yang super berisik, wanita karir yang berbincang melalui handphone, ibu-ibu rumah tangga mengeluh harga cabai naik, akan segera mengkontaminasi firumenmu.

suatu saat pula, kau akan dapati matahari senja memaksa masuk di sela-sela tirai. semburat tipis jingganya seperti menggoda untuk dikemas dan dibawa pulang. kau tahu kan? deposito abadi. menghangatkan ketika angin malam terlalu bengis atau hujan yang tak enggan pergi.

namun terkadang, kau harus pulang ditemani malam. jika begini, maka setiap gerbong akan mengalunkan suara ultrasonik. melodinya bagai lullaby ampuh untuk mengistirahatkan matamu. sejenak. hingga tiba di tujuan.

jika mata enggan jua terpejam, bebaskan matamu dengan pandangan di luar sana. jika kau beruntung, maka kau akan dapati biasan cahaya lampu dari kendaraan atau rumah penduduk yang menyerupai deretan konstelasi cantik. bebaskan imajinasimu, sebut saja sesuai keinginanmu. Cassiopeia. Centaurus. Horologium. Orion. Pegassus. atau Coryoxiumus? :p

jika sudah begini, siapa yang kemudian tidak jatuh cinta pada kereta?
toh hidup pun tak jauh dari filosofi kereta.

sementara.

duduk sementara di kursi penumpang.
bertemu dengan berbagai macam orang.
setiap orang memiliki cerita perjalanannya tersendiri
dan setiap orang akan kembali ke Sang Hakiki.

Jadi, mulailah mencandu kereta.
Banyak kejutan menarik yang sayang dilewatkan begitu saja.


5 komentar:

ibunyachusaeri said...

Tapi terkadang kereta juga bisa jadi tempat yg sangat tdk menyenangkan...

Edutria said...

saya suka ini... :D
bahasanya sederhana tapi sangat inspiratif.

Dewi Srikandi said...

@ibunyachusaeri yup!! memang harus begitu. karena "ketidaknyamanan" di kereta itu adalah "kenyamanan yang sesugguhnya" ;)

@Edutria hihihihi. makasih Eduuuuuu :)

miwwa said...

belum pernah naik kereta.. T,T
di pekanbaru adanya angkot doang..

Dewi Srikandi said...

yukk jalan2 ke Jakarta. nanti aku ajak muter2 naik kereta! :)