Tuesday, November 24, 2009

I'm not Your Body and Mind!


"kamu hari ini pergi ya? sama siapa?"

kira-kira begitu lah maksud pesan singkat yang dikirimkan seseorang kepada saya beberapa waktu lalu.

saya sempat mengeryitkan dahi demi membaca pesan itu. ya. entah kenapa saya seolah-olah seperti tahanan kota yang memiliki keharusan wajib lapor 24 jam jika saya mau pergi kemana dan bersama siapa.

oke! katakan saja pada saat itu, saya sedang berada dalam naungan aura PMS, yang membuat saya menjadi begitu sensitif sehingga meributkan hal sepele seperti ini. tapi jika kejadian ini berulang, saya pikir wajar jika saya kemudian merasa sedikit terganggu. terlebih jika yang mengatakannya bukan keluarga atau orang terdekat saya.

dan karena saya adalah orang Aries, yang terkadang terlalu frontal dalam berekspresi, saya hanya menjawab sekenanya saja "gak pergi. di rumah."

di lain cerita, ketika saya ingin pergi dengan seseorang yang lain, sebut saja si A, dimana baik saya dan si A kenal juga dengan si B. dan pada saat itu, kebetulan saya tidak mengajak si B dengan alasan bukan semata pada "personal interest" tetapi memang banyak alasan logis yang tidak memungkinkan untuk mengajaknya ikut serta. maka bisa ditebak kelanjutan ceritanya seperti apa. yup! si B marah.

pada cerita berikutnya, saya kena tumpahan marah salah seorang teman yang mungkin pada saat itu dia sedang memiliki masalah pribadi yang-saya-tidak-tahu-apa-dan-saya-juga-tidak-mau-tahu-apa. yang pasti, saya bisa menilai bahwa apapun masalahnya tidak ada kaitannya dengan saya.

lalu kenapa saya yang harus dijadikan pelampiasan amarahnya? apa saat ini saya lebih mirip sebagai samsak tinju? sehingga sangat halal untuk dipukul-pukul dengan ratusan amarah? ohh. 'cmon... we're not child anymore. ada kalanya kita harus pandai memisahkan mana yang merupakan kepentingan pribadi dan mana yang harus dijaga untuk kenyamanan lingkungan sekitar.

mungkin saya juga tidak sepenuhnya berhasil melakukannya, tapi setidaknya ketika memang saya berada dalam kondisi super bad mood, saya akan menepi dari keramaian, lebih banyak diam, dan mengurangi atau bahkan tidak berinteraksi sama sekali dengan lingkungan di luar saya pribadi. karena ketika betapa pun kecilnya "pemantik", jika kita sudah berada dalam posisi yang tidak oke, maka tetap saja akan menjadi nyala api yang besar. dan jika begini sangat tidak adil bila kemudian lingkungan saya yang harus merasakannya.

[1] dalam berinteraksi dengan banyak orang, yang-memang-diciptakan-dengan-banyak-kemauan-dan-perasaan, saya mungkin tipikal orang yang bermain dalam level "kholeris". saya bisa begitu cuek bebek dan frontal dalam mengkritisi sesuatu terlebih jika saya harus direpotkan dengan aturan yang mengikat dan berlabel "mengganggu".

[2] dalam berinteraksi dengan banyak orang juga, saya sebisa mungkin berusaha membuat kondisi yang nyaman dengan lingkungan sekitar. menghargai apa yang telah menjadi batasan antara personal dan konsumsi publik. menghargai adalah terletak pada pemberian kebebasan pada siapapun untuk berteman dengan siapapun dan melakukan apapun yang disukai. menghargai adalah terletak pada koridor "memanusiakan manusia".

[3] namun ketika memang membutuhkan rekan untuk sharing, entah siapapun itu yang memintanya dan kebetulan saya bisa membantu sekecil apapun itu, maka saya akan senang hati melakukannya. tidak usah meminta dua kali, karena saya akan berusaha menyiapkan diri untuk berada di sana. dan mungkin, kalian akan terkaget-kaget melihat bahwa saya bisa menjadi begitu bertipikal "melankolis". saya bisa ikut termehek-mehek mendengar cerita curhatan, atau mungkin bisa menjadi begitu penyayang dan peduli.

yup. namun sayang, tidak semua orang memiliki perspektif yang sama dalam melihat aturan-aturan dalam berinteraksi.

jadi, maaf jika kemudian saya memegang teguh beberapa standar saya dalam berinteraksi.

seperti saya akan lebih memilih berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki level sensitivitas negatifnya kecil. atau dengan kata lain, yang tidak sedikit-sedikit ngambek karena sesuatu hal yang sangat sepele. atau gara-gara saya yang kadang suka sedikit iseng ngerjain :)

dan please... jangan paksa saya untuk bersikap pura-pura manis atau pura-pura baik-baik saja ketika saya merasa sudah terganggu dengan suatu keadaan. sama halnya untuk tidak memaksa saya untuk diatur harus berbicara dan berteman dengan siapa.

well... I'm not your body, nor your mind!


*****

PS: untuk siapapun yang membaca ini dan merasa dirinya adalah yang saya ceritakan di sini, no dear.. jangan terlalu ge-er gitu ah! :)

7 komentar:

sparkleandspin said...

pertamaxxxx, simak dulu gan..

sparkleandspin said...

wah nenek hebat ya berani nulis ginian. butuh keberanian untuk mengungkapkan suatu hal yang agak berbau "gloomy" dan "ngobrolin orang lain". aku pribadi kurang berani lho untuk mengatakan kepada seseorang ketika dia memang sudah sangat menyebalkan. ujung2nya, aku cuma bisa curhat kepada teman dekat nek. hehehe, andai saja aku punya keberanian lebih untuk dapat berbicara dengan lebih terbuka (tanpa menyakiti hati si orang yg diajak bicara)..

Andie Gokil said...

uaaaahhh... gagal pertamax! -- pertama kali liat posting ini, kirain isinya tentang bahan bangunan gitu. soalnya gambarnya itu meteran. *halah* -- #spam

Andie Gokil said...

hehe. kayaknya kita setipe nek. hmm... risih banget kalo ditanya yg 'pergi kemana dengan siapa' itu. apalagi kalo bukan teman dekat ato keluarga. kecuali kalo dia gebetanku. #halah --- mbak kan pengasih, bagi duit donk. bulan tua ini sangat parah. #wish --- aku jadi GR di ceritain di posting mbak. #nangisbombai

pacetgunung said...

jadi selama ini kamu merasa terganggu sama sms-sms dari gw?
kenapa gak bilang langsung aja ha?
gw ngelakuin itu karna gw care sama kamu uni..
gw gak mau kamu pergi sama orang2 yg gak jelas yg mungkin bisa bikin kamu kenapa-kenapa..
sekarang, kurang jelas apa lagi ha?

*pura2 jadi orang yg diomongin + lebay mode*

lilliperry said...

pasti bukan saya yang diomongin.. *loh malah saya yang Ge-er* hehehehe

kejelian 'membaca' memang sangat perlu dalam berinteraksi di lingkungan sosial dan saya setuju kalo orang punya standart penilaiannya masing2.
semangat aja mbak, anjing menggonggong timpukin aja pake batu bata.. :D :P

QueeniieAngeLa said...

@Tian,, heiho! selamat atas pertamaxx-nya! biasanya langganannya si Andie Gokil tuh. hehehe
berani ngomong ginian? gak tau deh... aku terlalu ekspresif orangnya.. ya maaf kalau kemudian lawan bicaraku kemudian agak2 menepi gara2 aku terlalu frontal dan judes, hehehe. gak ada maksud loh... suer!

@cucuku,, bulan ini nenekmu juga sangat parah. entah ngapain aja ya gw selama bulan ini. ayo kita cari kakek baru saja yang rela mensubsidi kita berdua, cu! hahahah #idegokil

@dodooooo,, hahahahha. komen lo lucu!! bener2 berasa seperti orang yg gw omongin yak! :))

@lilliperry,, yup. "membaca" lingkungan sekitar itu yang susah, apalagi menyamakan persepsi tentang standar "saya merasa terganggu atau tidak" itu juga susah, soalnya setiap orang punya standar masing-masing. maka dari itu yg bisa dilakukan cuma "menghargai" :)